Back to News

Pengusaha Nilai Biaya Logistik Indonesia Masih Tinggi

Jokowi resmikan Pusat Logistik Berikat

 

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Jika berkaca pada negara tetangga, maka biaya logistik nasional dinilai masih terlalu tinggi. Imbasnya, harga produk pasaran di Indonesia menjadi lebih mahal.

"Di Indonesia biaya logistik mencapai 30 persen Indonesia, sedangkan Malaysia 17 persen, dan Singapura 15 persen. Artinya biaya di sini masih tinggi, akibatnya harga barang pun juga tinggi," kata Ketua Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Anthon Sihombing, Senin (13/11/2017).

Oleh karena itu, GINSI meminta pemerintah agar dilibatkan dalam setiap kebijakan penetapan tarif kepabeanan, khususnya untuk pelayanan pelabuhan dan terkait impor, karena keberadaan biaya logistik saat ini yang masih dianggap tinggi. 

Sementara Anggota GINSI Jatim Romzy Abdullah Abdat mengatakan keterlibatan organisasinya dalam setiap kebijakan penetapan biaya kepelabuhanan sangat diperlukan, karena di Jatim saja anggota Ginsi yang aktif mencapai 600 importir. 

"Jumlah itu cukup besar. Saat ini dalam kegiatannya importir sedang mengalami masalah terkait komunikasi dengan pemegang kebijakan soal tarif logistik. Tarif logistik di Indonesia masih antara 30-36 persen," katanya.

Karena itu, Romzy mengaku siap membuka komunikasi lagi agar dalam hal penetapan tarif baru kepabeanan, pelayanan pelabuhan dan terkait impor, GINSI disertakan, termasuk regulasi terkait produk tertentu.

"Kami tidak masalah impor apa saja, tapi kalau biaya impor terlalu tinggi, terutama untuk bahan baku akan mempengaruhi industrinya. Bila industrinya sudah mendapatkan bahan baku mahal, nanti produknya akan berharga tinggi yang jadinya kurang bersaing di pasar ekspor," katanya. 

Karena itu, Romzy menargetkan ada komunikasi atas asosiasi terkait impor untuk bisa menurunkan biaya hingga mampu mendukung industri dan penjualan di dalam negeri maupun ekspor.

GINSI juga membawahi asosiasi lainnya seperti Asosiasi Logistik dan Forwading Indonesia (ALFI), INSA, Organdasus truk di pelabuhan, dan lainnya, dengan jumlah importir secara nasional sekitar 26.000 hingga 28.000. 

 

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu

Editor : Firman Qusnulyakin
 
Source : http://www.netralnews.com/news/ekonomi/read/113592/pengusaha.nilai.biaya.logistik.indonesia


13 Nov 2017



Back to News