Back to News

Angkasa Pura Logistics Tingkatkan Pengamanan di Terminal Kargo

ANTISIPASI PEREDARAN NARKOTIKA: Ahmad Munir (batik hijau) bersama Agus Sudarmadi (empat kanan) dan Tonny Soenanto (empat kiri) usai pembukaan sosialisasi, Kamis (16/11) kemarin

 

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Indonesia darurat narkoba. Permasalahan penyalahgunaan barang terlarang ini kian mengancam negeri. Apalagi Kaltim menduduki posisi ketiga nasional kasus peredaran narkoba.

Hal itu diutarakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarmadi saat membuka agenda Sosialisasi Narkotika dan Barang larangan dan pembatasan (Lartas) yang digelar PT Angkasa Pura Logistics bersama DJBC Kalimantan Bagian Timur, Kamis (16/11) di Grand Tjokro Hotel. 

Menurut Agus, ini menjadi tugas banyak pihak, bukan hanya pemerintah melainkan seluruh instansi terkait.

“Untuk itu, sosialisasi Narkotika dan Lartas begitu sangat penting agar sinergitas dan kerjasama terutama antara Angkasa Pura Logistics dan Bea Cukai semkain kuat untuk memutus peredaraan Narkotika di Indonesia,” tutur Agus. 

Agus menyebut, peningkatan jumlah masuknya barang narkotika di Indonesia disinyalir bukan hanya menjadi komoditi untuk diperdagangkan, melainkan juga untuk merusak ketahanan nasional Indonesia.

“Bukan hanya melalui kedatangan para penumpang pesawat terbang, kargo juga sangat rawan untuk digunakan sebagai jalur masuk pengiriman narkotika dari berbagai daerah dan negara. Untuk itu sharing  knowledge, peningkatan informasi perlu kita lakukan,” ujarnya. 

Agus menjelaskan, nantinya petugas Angkasa Pura Logistics akan diberikan pemahaman oleh DJBC Kalimantan Bagian Timur serta DJBC pusat mulai dari pemahaman pengawasan barang Lartas, pengenalan dan identifikasi narkotika, serta penanganan pasca penindakan.

 “Bukan hanya pemberian materi, juga akan ada praktek. Ini sangat diperlukan untuk mensinergikan serta meningkatkan efektifitas  guna menjaga ketahanan nasional, mencegah masuknya barang-barang ilegal di Tanah Air,” jelasnya. 

Sementara itu, Director Cargo Terminals and Regulated Agents PT Angkasa Pura Logistics, Ahmad Munir didampingi Senior Advisor Tonny Soenanto menjelaskan, sebagai salah satu anak perusahan dari PT Angkasa Pura Airport yang memiliki tugas penting mengawasi dan mengamankan barang kargo maka sudah sepatutnya, peningkatan pengamanan terus dilakukan agar barang-barang terlarang terutama Narkotika tidak bisa lolosan.

“Maka petugas kami perlu dibekali ilmu pengetahuan, serta yang paling penting bagaimana melakukan koordinasi kepada berbagai pihak khususnya pada Bea Cukai, Kepolisian serta instansi terkait lainnya guna pengamanan di bandara,” kata Ahmad Munir. 

Ahmad menjelaskan, dalam pelatihan yang dilakukan dua hari itu, diikuti sebanyak 47 peserta mulai dari petugas Angkasa Pura Logistic Balikpapan, Makassar, Banjarmasin, Manado serta Angkasa Pura SAMS Sepinggan.

“Selain peningkatan pemahaman SDM peralatan, koordinasi dengan berbagai pihaklah yang diperkukan untuk mencegah masuknya barang narkotika di bandara. Saat ini untuk di terminal kargo Balikpapan kita baru saja memasangkan alat x ray cargo double view yang dapat melihat dari segala sisi dan baru masuk seminggu lalu,” ujarnya. 

Ia pun berharap dengan adanya pemahaman ini, didukung dengan peralatan yang super cangih dapat menutup masuknya narkotika di Indonesia.

“Karena PT Angkasa Pura Airport sebelumnya telah menjalin MoU dengan BNN, maka kami juga ingin agar Angkasa Pura Logistics ke depan juga bisa melakukan MoU dengan Bea Cukai untuk memperkuat SOP yang telah ada,” pungasknya. (adv/mra/pro)

 

Source : http://news.prokal.co/read/news/2583-angkasa-pura-logistics-tingkatkan-pengamanan-di-terminal-kargo.html



17 Nov 2017



Back to News