Back to News

APLog temukan pengiriman Buaya Muara yang diselundupkan di Antara Mie Instan

Buaya muara sitaan BKIPM Kelas I Balikpapan

 

Seekor buaya muara (crocodylus poporus) yang berukuran hampir setengah meter (18 inchi) tertahan di pintu Terminal Kargo Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur. "Terdeteksi ada benda hidup di dalam sebuah paket. PT Angkasa Pura Logistik (APLog) yang berperan sebagai operator di Terminal Kargo Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menghubungi kami, dan setelah kita buka bersama isi paket tersebut, ternyata isinya seekor buaya muara dan langsung kami tahan," kata Muhammad Burlian, Kepala BKIPM Kelas I Balikpapan.

Burlian menjelaskan, buaya muara tersebut ditemukan di dalam sebuah kantung hitam tertutup plastik kecil dalam paket kardus. Satwa itu dibungkus oleh alumunium foil yang diduga untuk mengelabuhi petugas X-ray, lalu kotak plastik itu diletakkan di sela – sela mie instan. Paket dikirim melalui jasa kurir nasional asal Samarinda. Di paket itu tertulis penerima barang dengan nama B di Yogyakarta. 

Balai Karantina mengusut cepat penerima buaya muara dan pengirim buaya muara tersebut. Namun ternyata, alamat pengirim palsu. "Kami menemukan ruko kosong berdasar alamat itu," kata Yuni Irawati Wijaya, Kepala Seksi Pengawasan, Data dan Informasi BKIPM Kelas I Balikpapan. Hingga kini sambung Yuni, pihaknya masih melakukan pengusutan. "Kita juga perlu turut membantu menyelidiki sebelum menyerahkan ke instansi berikutnya," ucapnya.

Buaya muara adalah salah satu satwa yang dilindungi oleh UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya serta UU Karantina Nomor 16 Tahun 1992 terkait komoditas yang dilarang dan dibatasi.  Keberadaan buaya muara saat ini memang kurang diperhatikan, namun jika perdagangannya tidak diatur, buaya muara yang ukurannya bisa mencapai 3 meter disaat dewasa ini bisa terancam punah. Sebelumnya, BKIPM menyita dua buaya hidup pada 9 Maret 2017. Keduanya berukuran 80 sentimeter dan 40 sentimeter. Penyelundupannya dengan cara yang serupa, yakni melalui jasa kurir beralamat palsu. "Kemungkinan itu untuk para penyuka satwa reptil" pungkasnya.

 

 

 

 



12 Jun 2017



Back to News